Penghuni Meranti Lodge di Jakarta telah menyuarakan rasa frustrasi mereka terhadap layanan yang diberikan oleh kantor BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat. Keluhannya berkisar dari waktu respons yang lambat hingga kurangnya komunikasi dan koordinasi selama situasi darurat.
Salah satu warga, Ibu Siti, menceritakan kejadian baru-baru ini, terjadi kebakaran di gedung tersebut dan kantor BPBD membutuhkan waktu lebih dari satu jam untuk tiba di lokasi. Saat mereka tiba, api sudah menyebar ke beberapa unit dan menimbulkan kerusakan parah. Ibu Siti mengungkapkan kekecewaan dan keprihatinannya terhadap keselamatan warga, dengan menyatakan bahwa waktu tanggap yang lebih cepat sebenarnya bisa mencegah eskalasi bencana.
Warga lainnya, Pak Rahman, menyoroti kurangnya komunikasi dan koordinasi antara kantor BPBD dan warga saat situasi darurat. Ia mengenang banjir baru-baru ini di mana kantor BPBD gagal memberikan informasi terkini dan panduan mengenai prosedur evakuasi, sehingga membuat warga merasa bingung dan rentan.
Warga Penginapan Meranti menyerukan perbaikan pelayanan yang diberikan kantor BPBD. Mereka mendesak pihak berwenang setempat untuk mengatasi masalah lambatnya waktu tanggap, kurangnya komunikasi, dan koordinasi selama keadaan darurat untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan warga.
Menanggapi pengaduan tersebut, kantor BPBD telah mengeluarkan pernyataan yang mengakui kekurangan dalam layanan mereka dan berjanji akan mengambil tindakan untuk meningkatkan waktu tanggap dan komunikasi dengan warga. Mereka juga berkomitmen untuk melakukan latihan dan sesi pelatihan rutin untuk lebih mempersiapkan diri menghadapi situasi darurat di masa depan.
Penghuni Meranti Lodge berharap langkah-langkah ini akan menghasilkan sistem tanggap darurat yang lebih efisien dan efektif di komunitas mereka. Mereka sangat ingin melihat perubahan positif yang dilakukan oleh kantor BPBD untuk menjamin keselamatan dan keamanan seluruh warga di wilayah tersebut.
